Fiqih Wanita Muslimah

.
🌷"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33).

146 posts 25,786 followers 3 following

Instagram photos and videos

Fiqih Wanita Muslimah

♦WANITA SETENGAH CADAR
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Jika tidak bisa memakai cadar seterusnya maka tidak ada salahnya jika selang-seling memakainya. Memakainya di tempat dan suasana yang mendukung dan melepasnya di tempat dan suasana tidak mendukung.
Karena Islam mengajarkan tidak perlu menunda sesuatu karena ingin sempuna sekali. Jika hanya bisa meraih setengahnya maka jangan ditinggalkan semuanya. Sesuai dengan kaidah fiqhiyah,
.
ما لا يدرك كله لايترك كله
.
“sesuatu yang tidak bisa dicapai seluruhnya jangan ditinggal seluruhnya”

Begitu juga perintah Allah agar kita bersegera dalam kebaikan, Allah Ta’ala berfirman,“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan”
[Al-Baqarah: 148].
.
Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.”[HR. Bukhari, hadist Arbain ke-40]
.
Jika ingin memakai cadar tidak mesti langsung memakai cadar lengkap dengan purdahnya, kemudian memakai pakaian serba besar berwarna hitam. Karena tujuan cadar adalah menutup wajah yang merupakan salah satu bagian yang paling dinikmati oleh laki-laki, maka apapun yang digunakan untuk menutup muka maka boleh-boleh saja.
.
Semoga sunnah ini tidak punapunah dan terasing. Kita tentu ingin melihat umat Islam kembali ke ajaran Islam yang benar, kembali ke masa kejayaan Islam. Kita tentu ingin melihat pemandangan sekumpulan gagak-gagak hitam sebagaimana yang diceritakan oleh Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, beliau berkata,
.
Ketika turun firman Allah (yang artinya), “Hendaknya mereka (wanita-wanita beriman) mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” [Al-Ahzab :59] wanita-wanita Anshar keluar seolah-olah pada kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena warna (warna hitam-red) kain-kain (mereka)[HR Abu Daud no 4101; dishahihkan oleh Syaikh al Albani].
.
Raehanul Bahraen
.
sumber: muslimafiyah.com
.
#fiqihmuslimah


27   1,109  

Fiqih Wanita Muslimah

Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyyah, Imam Ahmad, Ishaq dan selainnya mengatakan bahwa dianjurkan (disunnahkan) berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligus; karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat (berkeinginan) berpuasa juga pada hari kesembilan. (Lihat Syarh Muslim, 8: 12-13).
-
Mengenai keutamaan kedua puasa sunnah di atas telah dijelaskan di website kami : https://rumaysho.com/2956-anjuran-puasa-muharram.html
-
Semoga bermanfaat 🙂
#rumaysho
#rumayshocom
#ustadzabduhtuasikal
#rumayshoTV
#puasaasyura
#puasatasuah
#asyura
#fiqihwanita_
#fiqihmuslimah


12   843  

Fiqih Wanita Muslimah


SHALIHAH YUK MULAI BERHIJAB
.
Saudariku, berjilbab bukan hanya sebuah identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang muslimah. Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu kepada Allah Ta’ala, selain shalat, puasa, dan ibadah lain yang telah engkau kerjakan.
.
Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Abul Qasim Muhammad bin ‘Abdullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya, “Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173), Ibnu Khuzaimah (III/95) dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 10115), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)
.
Jilbab juga merupakan konsekuensi nyata dari seorang wanita yang menyatakan bahwa dia telah beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, jilbab juga merupakan lambang kehormatan, kesucian, rasa malu, dan kecemburuan. Dan semua itu Allah jadikan baik untukmu. Tidakkah hatimu terketuk dengan kasih sayang Rabb kita yang tiada duanya ini?
.
Wallahu a'lam.
.
🎨@ummuqonitah_
#salafittiba
#ummuqonitah_
#fiqihwanita
#indonesiabertauhid


0   617  

Fiqih Wanita Muslimah

Al-Hushain bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”, tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi. Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad, 4:341 dan selainnya. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 1933)
-
Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad, 1:191 dan Ibnu Hibban, 9:471. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 1932 bahwa hadits ini hasan lighairihi). (rumayshocom)
-
Semoga bermanfaat :) -
#rumaysho
#rumayshocom
#ustadzabduhtuasikal
#rumayshoTV
#fiqihmuslimah


3   967  

Fiqih Wanita Muslimah

قوله المرء مع من أحب أي يحشر مع محبوبه ويكون رفيقا لمطلوبه قال تعالى ومن يطع الله والرسول فأولئك مع الذين أنعم الله عليهم الآية وظاهر الحديث العموم الشامل للصالح والطالح ويؤيده حديث المرء على دين خليله كما مر ففيه ترغيب وترهيب ووعد ووعيد

Artinya: “Sabda beliau “Seseorang bersama yang yang dia cintai”, maksudnya adalah dia akan dikumpulkan bersama orang yang dia cintai dan akan menjadi teman untuk yang dicarinya, Allah berfirman: “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka akan bersama orang-orang yang yang dianugerahkan oleh Allah nikmat atas mereka”, dan secara lahir hadits , mencakup keumuman baik untuk mencintai orang shalih atau orang yang tidak shalih.
.
Dan yang menguatkan pendapat ini adalah hadits yang berbunyi: “Seseorang sesuai dengan agama temannya”, sebagaimana yang sudah disebutkan. Maka di dalam hadits ini, terdapat motivasi (untuk berteman dengan orang shalih) dan peringatan keras (untuk tidak berteman dengan orang tidak shalih), di dalam hadits ini terdapat janji yang baik (bagi yang berteman dengan orang shalih) dan ancaman siksa (bagi yang berteman dengan orang tidak shalih).” (Lihat kitab Tuhfat Al Ahwadzi)

Kawanku …

Jangan sampai hari kiamat kita seperti apa yang disebutkan di dalam ayat di bawah ini akibat MENJADIKAN IDOLA YANG TIDAK PANTAS UNTUK DIIDOLAKAN, BAIK KARENA KEKAFIRANNYA, KESYIRIKANNYA, DAN MAKSIATNYA!!!. .
{يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا (66) وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا (67)} [الأحزاب: 66، 67]

Artinya: “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: Alangkah baiknya, andai kata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul. Dan mereka berkata: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).” (QS. Al Ahzab: 66-67)
.
Read more https://aslibumiayu.net/7135-seseorang-akan-dikumpulkan-dengan-orang-yang-diidolakannya-bagaimana-jika-idola-kita-adalah-orang-kafi-nauudzubillahi-min-dzalik.html
.
#fiqihwanita_
#fiqihmuslimah


15   1,780  

Fiqih Wanita Muslimah

SHALAT WANITA BATAL KARENA KELIHATAN RAMBUTNYA?

Tersingkapnya rambut wanita ketika shalat, hukumnya sama dengan ketika ada aurat lain yang tersingkap.

Untuk kasus ini, ulama memberikan rincian:

Pertama, jika yang bersangkutan mengetahui dan segera membenahinya, maka shalatnya sah.

As-Syirazi – ulama Syafi’iyah:

Jika bajunya diterpa angin hingga terbuka auratnya, kemudian langsung dia tutup kembali, maka shalatnya tiak batal. (al-Muhadzab, 1/87)

Kedua, yang bersangkutan mengetahui dan tidak segera menutupi

Ulama berbeda pendapat:

Pendapat pertama, hukumnya batal. Karena terbuka aurat, baik sedikit maupun banyak hukumnya sama saja.

Ini adalah pendapat Imam as-Syafi’i.

Pendapat kedua, hukumnya tidak batal. Karena hanya sedikit.

Ibnu Qudamah mengatakan:

Jika aurat orang yang shalat terbuka sedikit, shalatnya tidak batal. Ini ditegaskan oleh Ahmad dan pendapat Abu Hanifah. Sementara as-Syafii mengatakan, shalatnya batal. Karena ini hukum terkait aurat, sehingga sama saja sedikit maupun banyak, sebagaimana melihat. (al-Mughni, 1/651)

Syaikhul Islam mengatakan: “Jika ada rambut atau anggota badan wanita yang tersingkap sedikit, maka tidak ada kewajiban untuk mengulangi shalat menurut mayoritas ulama. Ini pendapat Abu Hanifah dan Ahmad. Namun jika yang tersingkap itu banyak, wajib mengulangi shalat di waktunya, menurut para ulama, baik ulama 4 madzhab maupun yang lainnya.” (Majmu’ al-Fatawa, 22/123). Allahu a’lam ✒Oleh: Ustadz Ammi Nur Baits


4   1,154  

Fiqih Wanita Muslimah

[ ROMANTISME RASULULLAH DAN IBUNDA 'AISYAH ]

Ibunda 'Aaisyah radliyallaahu 'anhaa pernah berkata .
خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأنا خَفِيفَةُ اللَّحْمِ فَنَزَلْنَا مَنْزِلاً فَقَالَ لأَصْحَابِهِ : تَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ لِي : تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ فَسَابَقَنِي فَسَبَقْتُهُ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ فِي سَفَرٍ آخَرَ ، وَقَدْ حَمَلْتُ اللَّحْمَ فَنَزَلْنَا مَنْزِلاً فَقَالَ لأَصْحَابِهِ : تَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ لِي : تَعَالَيْ أُسَابِقُكِ فَسَابَقَنِي فَسَبَقَنِي فَضَرَبَ بِيَدِهِ كَتِفِي وَقَالَ : هَذِهِ بِتِلْكَ

Aku (‘Aisyah) pernah keluar bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, dan saat itu aku masih kurus. Ketika kami telah sampai di suatu tempat, beliau berujar kepada para sahabatnya

Pergilah kalian terlebih dahulu!” Kemudian beliau menantangku untuk berlari, “Ayo kesinilah! aku akan berlomba denganmu!” kemudian beliau berlomba denganku, namun akhirnya aku memenangkan lomba tersebut

Pada lain kesempatan, aku kembali keluar bepergian bersama beliau, dan saat itu badanku semakin besar, ketika kami berada di suatu tempat

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam kembali berkata kepada para sahabatnya: “Pergilah kalian terlebih dahulu!” Kemudian beliau menantangku untuk berlari, “Ayo kesinilah! aku akan berlomba denganmu

Kemudian beliau berlomba denganku, tetapi akhirnya beliau memenangkan lomba tersebut. Beliau mengatakan bahwa ini adalah balasan dari kekalahan beliau sebelumnya sembari memukul pundakku

HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 23/47), lihat Al-Misykah 2.238

Masyaa Allah, sungguh Ibunda 'Aaisyah radhiyallahu 'anha adalah seorang wanita shaalihah, baik ketika ia masih kurus maupun ketika telah gemuk

Mari mengenal dan muliakan para sahabat termasuk istri-istri Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam

Jazakumullahu khayran
Artikel
https://muslimah.or.id/2833-kemuliaan-dan-keutamaan-aisyah.html

#credit @yezerkiarfatihzarlis #muslim #muslimah #kajianyuk #kajiansunnah #kajianislam #kajian #yezerkiarfatihzarlis #dakwah #islam #quran #sunnah #salaf #fiqihwanita_ #fikihmuslimah #fiqihmuslimah


11   1,561  

Fiqih Wanita Muslimah

Allah Ta’ala berfirman :
.
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ
.
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menjulurkan khimar kedadanya…” (QS. An Nuur: 31)
.
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
.
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya” (QS. An Nur: 31)
.
Yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan, inilah tafsiran dari Ibnu ‘Abbas dan ‘Aisyah.” (Mughnil Muhtaj, 1: 286).
.
#fiqihwanita_
#fiqihmuslimah


32   3,039  

Fiqih Wanita Muslimah

LARANGAN dan AMALAN SAAT HAID

Darah haid adalah darah normal pada wanita, berwarna hitam pekat dan berbau tidak enak, keluar dari tempat dan waktu tertentu. Dan pada saat haid, ada hal hal yang dilarang untuk dilakukan, berikut adalah larangan yang dilakukan saat haid :
1. Shalat
Dari Abu Sai’d, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita. (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari no. 1951 dan Muslim no. 79)
.
2. Puasa

3. Jima' (Hubungan Intim di kemaluan)
Allah Ta'ala berfirman, “Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari (hubungan intim dengan) wanita di waktu haid.” (QS. Al Baqarah: 222).
.
Hubungan seks yang dibolehkan dengan wanita haid adalah bercumbu selama tidak melakukan jima’ (senggama) di kemaluan. Dalam hadits disebutkan,
“Lakukanlah segala sesuatu (terhadap wanita haid) selain jima’ (di kemaluan).” (HR. Muslim no. 302)
.
4. Thawaf Keliling Ka’bah
Ketika ‘Aisyah haid saat haji, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,
“Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari melakukan thawaf di Ka’bah hingga engkau suci.” (HR. Bukhari no. 305 dan Muslim no. 1211)
.
5. Menyentuh mushaf Al Qur’an
Dalil dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala,
“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan” (QS. Al Waqi’ah: 79)
.

Hal-Hal yang Masih Dibolehkan bagi Wanita Haid dan Nifas
1. Membaca Al Qur’an tanpa menyentuhnya.
2. Berdzikir.
3. Bersujud ketika mendengar ayat sajadah karena sujud tilawah tidak dipersyaratkan thoharoh menurut pendapat paling kuat.
4. Menghadiri shalat ‘ied.
5. Masuk masjid karena tidak ada dalil tegas yang melarangnya.
6. Melayani suami selama tidak melakukan jima’ (hubungan intim di kemaluan).
7. Tidur bersama suami.

Sumber: www.rumaysho.com

#doodle #instagram #doodleart #doodleislamic #islamicposter #artwork #fikihmuslimah #fiqihmuslimah


15   1,125  

Fiqih Wanita Muslimah

📌Ketika shalat, kita dianjurkan untuk mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud. Akan tetapi, khusus ketika tasyahud, kita dianjurkan mengarahkan pandangan mata ke arah jari telunjuk yang diisyaratkan ketika duduk tasyahud. Dalilnya adalah hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bagaimana cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan tasyahud. Dalam keterangan Ibnu Umar itu dinyatakan,
.
وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى وَأَشَارَ بِأُصْبُعِهِ الَّتِى تَلِى الإِبْهَامَ فِى الْقِبْلَةِ وَرَمَى بِبَصَرِهِ إِلَيْهَا
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan telapak tangan kanannya di atas paha kanannya dan beliau berisyarat dengan jari telunjuk ke arah kiblat, serta mengarahkan pandangan mata kepadanya (telunjuk itu). (HR. an-Nasai 1160, Ibn Hibban 5/274, Ibn Khuzaimah 719. Al-A’dzami mengatakan: Sanadnya shahih).
.
Semoga kita dimudahkan untuk mengamalkan semua sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, terutama sunah ketika shalat
.
Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits.
.
Source: Konsultasi syariah
.
#fiqihwanita_
#fiqihmuslimah


6   1,627  

Fiqih Wanita Muslimah

[ PAKAIAN WANITA MUSLIMAH ] .

Wahai saudariku, telah engkau ketahui bahwa wajib hukumnya bagi wanita untuk menutup auratnya

Dan termasuk bagian dari aurat yang harus engkau tutup adalah kakimu

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan mengenai bagian bawah pakaian. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata kepada Rasulullah

Lalu bagaimana dengan pakaian seorang wanita wahai Rasulullah?” Beliau menjawab. Hendaklah ia mengulurkannya satu jengkal,” Ummu Salamah berkata, ‘Jika demikian masih tersingkap ” Satu hasta saja dan jangan lebih dari itu,” jawab beliau

HR. At Tirmidzi. Hadits hasan shahih

Dari hadits di atas dapat ditarik dua kesimpulan, yaitu

1.Bahwa seorang wanita wajib menutup kedua telapak kakinya dengan pakaiannya

2. Boleh hukumnya memanjangkan pakaian bagi seorang wanita dengan ukuran sebagaimana telah dijelaskan hadits di atas

Jika kini pada dirimu timbul pertanyaan, “Lalu bagaimana membersihkan ujung pakaian wanita? Bukankah dengan ukurannya yang panjang menjadikan pakaian tersebut besar kemungkinannya terkena najis di jalan

Abdurrahman bin ‘Auf bahwa ia pernah bertanya kepada Ummu Salamah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Sesungguhnya aku adalah seorang perempuan yang biasa memanjangkan ukuran pakaianku dan kadang" aku berjalan di tempat kotor?’ maka Jawab Ummu Salamah, bahwa Nabi pernah bersabda, “Tanah selanjutnya menjadi pembersihnya

HR. Ibnu Majah, Imam Malik dan Tirmidzi. Hadits shahih

Namun, ada hal yang harus diperhatikan. Bahwa ketentuan yang disebutkan hadits di atas hanya berlaku untuk najis yang kering

Ketentuan ini tidak berlaku jika najisnya adalah najis yang basah atau cair

Jazakumullahu khayran
Artikel
https://muslimah.or.id/221-ujung-pakaianku-penyapu-jalanan.html
.
.
#credit @yezerkiarfatihzarlis #muslim #muslimah #kajianyuk #kajiansunnah #kajianislam #kajian #yezerkiarfatihzarlis #dakwah #salaf #quran #sunnah #hijrah #islam #fiqihwanita_ #fiqihmuslimah


9   1,377  

Fiqih Wanita Muslimah

Disebabkan keengganannya dalam mendalami ilmu agama Islam, maka banyak kita jumpai adanya beberapa anggapan keliru dalam mahrom. Maka berakibat fatal, orang-orang yang bukan mahrom dianggap sebagai mahromnya.

Sangat ironis memang, tapi demikianlah kenyataannya. Oleh karena itu dibutuhkan pembenahan secepatnya. Berikut beberapa orang yang dianggap mahrom tersebut.
. ✅Ayah Dan Anak Angkat.
Dalilnya, ( Al Ahzab:4)

وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ
. “Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu”. [al-Ahzab/33 : 4].[1] .
✅ Sepupu (Anak Paman/Bibi).
Dalilnya ( An Nisa :24)

وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَٰلِكُمْ
. “Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian” [An-Nisa”/4: 24]

Menjelaskan ayat tersebut, Syaikh Abdur Rohman Nasir As-Sa’di berkata: “Hal itu seperti anak paman/bibi (dari ayah) dan anak paman/bibi (dari ibu)“. [2] .
✅Saudara Ipar.
Hal ini berdasarkan hadits berikut:

إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلَ عَلَى النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ
.
“Waspadalah oleh kalian dari masuk kepada para wanita, berkatalah seseorang dari Anshor: “Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu kalau dia adalah Al-Hamwu (kerabat suami)? Rasulullah bersabda: “Al-Hamwu adalah merupakan kematian.” [3]
.
Imam Baghowi berkata: “Yang dimaksud dalam hadits ini adalah saudara suami (ipar) karena dia tidak termasuk mahrom bagi si istri. Dan seandainya yang dimaksudkan adalah mertua padahal dia termasuk mahrom, lantas bagaimanakah pendapatmu terhadap orang yang bukan mahrom?”.
Lanjutnya: “Maksudnya, waspadalah terhadap saudara ipar sebagaimana engkau waspada dari kematian“. .
✅Mahrom Titipan.
Kebiasaan yang sering terjadi, apabila ada seorang wanita ingin bepergian jauh seperti berangkat haji, dia mengangkat seorang lelaki yang `berlakon’ sebagai mahrom sementaranya. Ini merupakan musibah yang sangat besar. Bahkan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani menilai dalam Hajjatun Nabi (hal. 108) : “Ini termasuk b*d’*h yang sangat keji, sebab tidak samar lagi padanya terdapat hiyal ((penipuan) terhadap syariat.

Sumber Almanhaj.or.id
📷@amie_ummu_bara
.
#fiqihmuslimah #fikihmuslimah


18   1,162